Kekuatan alam, tidak boleh dianggap spele!

2 hari lalu, gw dapet kabar dari temen gw Azwar , bahwa ada 3 orang meninggal terseret ombak di Pantai Kiluan, Lampung - pas denger kabar ini gw langsung super shock, sedih, takut, serem, terlebih setelah gw melihat detik-detik kejadian itu berlangsung.

Entah kenapa, setiap kali melihat/mendengar ada orang meninggal karena alam, entah keseret ombak, longsor, gunung meletus, gempa atau tsunami, gw selalu merasa DAMN! this is so heart breaking dan gw selalu berpikiran gimana kalau gw ada di posisi mereka, gw ga ngerti lagi tapi thank God, so far gw belom pernah ngerasain hal kaya gitu.

Mungkin gw bukan orang yang tepat untuk membahas masalah tentang bagaimana travel with safety, karena terkadang gw suka melakukan hal-hal yang menurut orang extreme, gw suka berdiri di tebing yang curam, gw suka naik batu karst yang tajem, gw suka manjat bukit atau gunung atau bebatuan tanpa menggunakan tali pengaman, helm dan sebagainya...tapi percayalah gw bukan orang yang bodoh yang melakukan segala hal itu tanpa pemikiran panjang.
 

Ini adalah foto gw di pucuk tusuk gigi - Merapi.

Ini adalah foto gw di pucuk tusuk gigi - Merapi.

Foto diatas adalah salah satu foto "kontroversial" di Instagram, karena setelah gw memposting foto dan video gw lagi diatas pucuk, sebulan kemudian ada orang yang jatuh dari pucuk tusuk gigi, Erri Yunanto dan banyak orang berbondong, bondong, komen di instagram gw dan mereka menyalahkan gw karena gw dinilai memberikan contoh yang tidak baik.
Jujur, gw ga merasa salah sama sekali, karena setiap di setiap postingan foto di instagram, gw selalu memberikan pesan, HARUS BERHATI-HATI, harus tau kapasitas diri, apakah kita sanggup atau bisa melakukanya, kalau ragu, lebih baik ga usah, sayang sama nyawa sendiri.

Kejadian yang menimpa Erri Yunanto berbeda dengan kejadian yang menimpa remaja dari Lampung, Indri dan Abimayu, kejadian yang terjadi pada Erri semua kendali sama dirinya sendiri, dia memilih untuk naik ke pucuk tapi pada saat berusaha turun kebawah, Erri terjatuh ke dalam kawah gunung Merapi - sedangkan kejadian yang menimpa Indri dan Abimayu, mereka sebenarnya sudah dilarang untuk jalan ke laguna, karena cuaca sedang buruk, tapi mereka memilih untuk mencoba jalan ke laguna untuk berfoto. Selain itu ada juga faktor dari kekuatan alam yang ga bisa kita cegah tapi bisa kita hindari apabila kita bisa membaca situasi, kondisi cuaca.

View seperti ini MAHAL! bayaranya, NYAWA!

View seperti ini MAHAL! bayaranya, NYAWA!

Dan ini adalah friendly reminder to you all, disaat kalian melakukan sebuah kegiatan extreme, ada 3 kemungkinan:
1. Balik, tanpa kekurangan sesuatu apapun, lu bisa menceritakan pengalaman mengegangkan itu ke orang lain, keluarga, sahabat, teman dan ceritanya pasti akan HEBOH!
2. Terjadi sesuatu, selamat, tapi akan ada trauma atau cacat pada diri.
3. Terjadi sesuatu, lu langsung ketemu sama sang pencipta.
Ketiga pemikiran itu adalah konsekuensi yang bakal diketemuin sama pelaku kegiatan extreme.

Inti dari postingan blog kali ini adalah:
1. Disaat kita mau mencoba melakukan hal extreme atau berbahaya, kita harus yakin 100% kita bisa, pinter baca situasi dan kondisi, jangan mengikuti ego hanya sekedar ingin mendapatkan foto keren tapi mengorbankan nyawa,
2. Bekali diri dengan informasi dari tempat yang bakal dikunjungin, *SUPER PENTING*
3. Be cautious and alert to risk! peka sama lingkungan sekitar, mulai dari cuaca, angin, terlebih pada saat main ke pulau, cuaca, arah angin dan ombak mudah atau sering berubah-ubah - saat melihat ombak sedang besar, lebih baik hindari tebing atau bibir pantai.
4. Tanya orang lokal mengenai waktu yang pas untuk mengunjungi pantai, apalagi yang berombak besar, karena orang lokal cenderung sudah hafal, pasang surut-nya ombak.

Semoga postingan blog kali ini jadi peringatan buat kita semua, kita tidak bisa melawan kekuatan alam, tapi apabila kita membekali diri kita dengan pengetahuan, kita bisa menghindar dari yang namanya bencana.
#AkuJalanJalanLoh